
DigiTime menyatakan bahwa harddisk Toshiba ini memiliki berat jenis penyimpanan sekitar 7.82 per cubic centimeter (cc). Hal ini berbeda dengan harddisk 2.5 inch yang memiliki berat jenis 7.51GB per cc dan mengalahkan harddisk 3.5 inch dengan 2.64GB per cc. Berat jenis dan performance yang lambat dari harddisk 3.5 inch telah membuat harddisk 2.5 inch menjadi lebih populer dalam aplikasi server, apalagi dengan harddisk 1.8 inch ini kemudian lebih atraktif untuk banyak aplikasi.
Dengan adanya pengumuman Toshiba ini, maka terdapat migrasi gradual dari bentuk harddisk yang besar ke lebih kecil, terbukti dengan harddisk PC hanya 2.5 inch dengan VelociRaptor dari WD (Western Digital), dan untuk SSD terbaru berukuran 3.5 inch. Sebuah harddisk 1.8 inch dan sebuah SSD yang berukuran sama dapat ditempatkan dalam single harddisk 2.5 inch atau SSD, untuk melakukan boot dalam sistem.
Toshiba sedikit kecewa karena sebelum adanya harddisk ini, Apple telah mengumumkan terlebih dahulu mengenai pengurangan kapasitas dalam iPod Classic dari 160GB menjadi 120GB. Untuk model 160GB atau dua platter, jauh lebih tebal dibandingkan versi 80GB. Untuk itu, Toshiba kemudian meluncurkan kapasitas harddsik 120GB, dan ketika itu pula Apple merilis harddisk dalam iPod Classic-nya menjadi 240GB. (h_n)
BeritaNet.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar