Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Agustus 2009

Kain Masa Depan, Berfungsi Seperti Kamera

Tim peneliti dari Amerika Serikat baru-baru ini berhasil membuat sebuah kain yang mampu mendeteksi panjang gelombang dan cahaya di sekitarnya.

Penelitian ini membuka kemungkinan pembuatan sebuah kain atau pakaian yang mampu memotret keadaan di sekelilingnya. Kuncinya, sensor-sensor mungil ditanamkan di antara serat-serat kain tersebut.

Seperti dilansir dari situs BBC, tim yang dipimpin oleh Dr Yoel Fink dari Massachusetts Intitute of Technology (MIT) telah menemukan cara untuk menempatkan sensor-sensor secara akurat, di tiap serat kain.

Kemudian, sensor-sensor mungil tadi akan mengirimkan sinyal berdasarkan cahaya yang mereka tangkap. Hasilnya, tim peneliti semakin dekat untuk mewujudkan 'kain perekam cahaya sekitar'.

Dalam hal ini, Dr Fink dan timnya sebenarnya mengembangkan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, yakni membuat serat-serat polimer yang relatif besar, yang dilengkapi dengan sensor.

Penelitian tersebut kemudian diarahkan untuk membuat sensor-sensor temperatur atau sensor cahaya pada bahan yang sangat panjang, untuk keperluan militer.

Sementara pada penelitian terbarunya, Dr Fink dan timnya telah berhasil memampatkan untaian polimer 25 mm menjadi serat yang lebih kecil, sehingga ia dapat diselipkan dengan sensor-sensor.

Untaian serat yang lebih kecil itu ditenun menjadi sebuah kain seukuran 0,1 meter persegi. Di antara serat kain, diselipkan elemen-elemen sensor cahaya, yang mampu menyampaikan sinyal-sinyal.

Alhasil, kain ajaib tersebut mampu merekonstruksi sebuah gambar yang diproyeksikan kepadanya, walaupun hasilnya masih sangat kasar. Namun demikian, tim peneliti menganggapnya sebagai langkah penting bagi penemuan piranti berskala nano.

Di masa depan, penemuan ini bisa saja digunakan untuk kegiatan mata-mata, misalnya untuk merekam obyek-obyek penting yang dimiliki negara musuh.

Dengan pakaian ini, seorang agen mata-mata tak perlu lagi memasang kamera tersembunyi di sela-sela saku atau di kancing baju, karena pakaian yang dikenakannya dapat memotret dengan sendirinya.

• VIVAnews


Read More..

Sekolah Energi Via Online ala Schneider Electric

Schneider Electric membuka Energy University, sebuah komunitas pendidikan online yang tidak memihak vendor manapun.

Energy University menyediakan hal-hal yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan solusi hemat energi yang benar-benar mencakup berbagai macam aplikasi. Kelas-kelas yang ada dirancang untuk mencetak ahli dalam pengambilan keputusan, perencanaan, dan perancangan pengaturan energi serta mampu menerapkan efisiensi dengan langkah-langkah yang aman, dapat diandalkan, juga hemat biaya.

"Schneider Electric percaya bahwa banyak industri dan konsumen sekarang ini yang belum menerapkan penghematan energi. Kami mengharapkan Energy University dapat membantu orang-orang untuk lebih memahami dan dapat mengambil tindakan atas hal ini. Sehingga mereka dapat melakukan hal lebih banyak dengan mengkonsumsi energi lebih sedikit," ujar Andy Low, APC by Schneider Electric Country Manager untuk Indonesia.

Kelas di Energy University tidak menyinggung produk apapun dan fokus terhadap konsep dan praktik yang terbaik untuk mencapai pengaturan energi yang terdepan. Para ahli dari segala bidang di perusahaan akan menjadi pembimbing di dalam kelas. Seiring dengan meningkatnya tuntutan akan teknologi dan pengetahuan baru, Energy University akan membuka kelas tambahan untuk program ini.

Saat ini, ada 11 kelas yang ditawarkan. Beberapa contoh topiknya adalah sebagai berikut:
1. Dasar-Dasar Efisiensi Energi
2. Ekonomi Efisiensi Energi
3. Going Green with Leadership in Energy and Enviromental Design (LEED)
4. Program Overview Penasehat Terpercaya
5. Teknologi Generasi Tenaga Alternatif
6. Efisiensi Data Center: Mengurangi Konsumsi Tenaga Listrik
7. Dasar-Dasar Pencahayaan untuk Aplikasi Efisiensi Energi I

Masing-masing kelas dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari satu jam karena dilakukan secara online, proses belajar menjadi lebih mudah dan nyaman selama ada koneksi internet. Pengalaman belajar pribadi menjadi lebih efektif dengan adanya tes-tes sebagai tolak ukur dan persiapan untuk menghadapi ujian sertifikasi. Ujian sertifikasi memverifikasi pengguna bahwa mereka telah memiliki pemahaman yang komprehensif akan pengaturan energi dan dapat mengatasi situasi yang berhubungan dengan kesadaran akan energi, pemecahan masalah, dan perencanaan solusi secara independen.

Energy University tersedia di www.myenergyuniversity.com dan dapat diakses secara global, termasuk di Indonesia, tanpa tidak dipungut biaya apapun.

techno.okezone.com
Read More..

Sabtu, 01 Agustus 2009

Teknologi Wireless dari Generasi 1G ke 4G

Perkembangan teknologi wireless (nirkabel) dalam era komunikasi data yang semakin cepat dan mengglobal ini telah membawa masyarakat melewati beberapa tahapan pengembangan teknologi sekaligus.

Generasi pertama (1G) pengembangan teknologi nirkabel ditandai dengan pengembangan sistem analog dengan kecepatan rendah (low speed) dan suara sebagai obyek utama. Dua contoh dari pengembangan teknologi nirkabel pada tahap pertama ini adalah NMT (Nordic Mobile Telephone) dan AMPS (Analog Mobile Phone System).

Generasi kedua (2G) pengembangan teknologi nirkabel dijadikan standar komersial dengan format digital, kecepatan rendah - menengah. Contoh: GSM dan CDMA2000 1xRTT. Sebelum masuk ke pengembangan teknologi Generasi ketiga (3G), banyak pihak sering menyisipkan satu tahap pengembangan, Generasi 2,5 (2,5G) yaitu teknologi komunikasi data wireless secara digital, kecepatan menengah (hingga 150 Kbps). Teknologi yang termasuk kategori 2,5 G adalah layanan berbasis data seperti GPRS (General Packet Radio Service) dan EDGE (Enhance Data rate for GSM Evolution) pada domain GSM dan PDN (Packet Data Network) pada domain CDMA.

Sedangkan tahap pengembangan selanjutnya adalah Generasi ketiga, generasi digital kecepatan tinggi, yang mampu mentransfer data dengan kecepatan tinggi (high-speed) dan aplikasi multimedia, untuk pita lebar (broadband). Contoh: W-CDMA (atau dikenal juga dengan UMTS) dan CDMA2000 1xEV-DO.

Generasi berikutnya yang merupakan pengembangan dari 3G adalah 4G (Generasi keempat). Nama resmi dari teknologi 4G ini menurut IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) adalah "3G and beyond". Sebelum 4G, High-Speed Downlink Packet Access (HSDPA) yang kadangkala disebut sebagai teknologi 3,5G telah dikembangkan oleh WCDMA sama seperti EV-DO mengembangkan CDMA2000. HSDPA adalah sebuah protokol telepon genggam yang memberikan jalur evolusi untuk jaringan Universal Mobile Telecommunications System (UMTS) yang akan dapat memberikan kapasitas data yang lebih besar (sampai 14,4 Mbit/detik arah turun).

Di negara kita, kita dapat mengikuti secara sederhana perkembangan teknologi ini, mulai dari teknologi 1G berupa telepon analog/PSTN yang menggunakan seluler. Sementara teknologi 2G, 2.5G, dan 3G merupakan ISDN. Indonesia pada saat ini sebenarnya baru saja memasuki dan memulai tahap 3.5G atau yang biasa disebut sebagai HSDPA (High Speed Downlink Packet Access) yang mampu memberikan kecepatan akses hingga 3.6 Mb/s (termasuk koneksi pita lebar - broadband connection). Berkaitan dengan teknologi 4G, SIP adalah protokol inti dalam internet telephony[1] yang merupakan evolusi terkini dari Voice over Internet Protocol maupun Telephony over Internet Protocol.


Read More..

Jumat, 31 Juli 2009

OFDM, Teknologi Pengganti Fiber Optic Kecepatan 30.000Gbps

KDDI R&D Labs dan National Institute of Information and Communications Technology (NICT) Japan telah membuat sebuah trial teknologi optical yang mengimplementasikan OFDM dalam transmisi frekuensi untuk menerima rate data tingkat tinggi. Menurut Nikkei, trial teknologi optic OFDM ini mampu mencapai kecepatan hingga 30Tbps dengan jarak berkisar 240 kilometer. KDDI kemudian akan berencana untuk mengkomersialkan teknologi optic OFDM ini di awal tahun 2012 mendatang. Kemungkinan teknologi tersebut akan digunakan tele-medicine dan aplikasi lain yang membutuhkan bandwith tinggi.

Teknologi optick OFDM tersebut merupakan penelitian yang dilakukan oleh KDDI R&D Labs. “Orthgonal frequency division multiplex (OFDM) dikembangkan sebagai format modulasi untuk menangani jika ada kerusakan system transmisi fiber-optic berkecepatan tinggi.” ungkap KDDI R&D Labs. Dalam dokumen yang dipublikasikan oleh KDDI R&D Labs dan NICT, system OFDM akan menambah efisiensi utilisasi frekuensi system transmisi optical dengan kecepatan 7bps/Hz, sekitar 30 persen lebih tinggi dibandingkan ekseperimen yang pernah dilakukan di lab yang sama, dengan efisiensi utilisasi frekuensi sekitar 5.6bps/Hz.

Masih menurut dokumen yang sama, zona frekuensi merupakan resource yang penting untuk komunikasi system karena diperlukan utilisasi zona tersebut agar pengiriman data bisa efisien dan cepat. Namun, efisiensi utilisasi frekuensi dari system transport optic komersial tersebut hanya terbatas di kecepatan 0.8bps/Hz.

BeritaNet.com
Read More..